by

Piala Afrika atau AFCON yang Bikin Manajer Klub Eropa Ribut

Africa Cup of Nations (AFCON) edisi 2021 akhirnya akan digelar pada akhir pekan ini, 9 Januari dan kelar pada 6 Februari 2022. Seperti yang edisi yang sudah-sudah, setiap kali Piala Afrika digelar, maka banyak manajer klub Eropa, termasuk mereka yang di Premier League Inggris, yang melancarkan banyak protes.

Mengapa? Ya, karena banyak pemain penting Benua Afrika yang berlaga di liga itu. Mereka bukan hanya pemain utama di tim nasional, namun juga di klub. Apalagi edisi 2021 ini yang harus dua kali dijadwal ulang.

Sebelum edisi 2019, AFCON digelar pada Januari hingga Februari. Ketika itu, seperti biasa, para pemain Afrika pulang ke benua asal disertai dengan gerundelan para manajernya di Eropa.

Lalu, AFCON 2019 digelar pada musim panas. Mesir menjadi tuan rumah dan AFCON diselenggarakan pada 21 Juni hingga 19 Juli tahun itu. Aljazair menjadi juara dan Senegal menjadi runner-up. Tidak ada ujaran berarti pada saat itu. Liga Eropa sedang libur, laga-laga pramusim pun belum dimulai. Para manajer tenang-tenang saja.

Nah, yang bikin runyam adalah edisi 2021. Semula AFCON 2021 akan digelar pada musim panas 2021, seperti dua tahun sebelumnya. Akan tetapi, pada 15 Januari 2020, Confederation of African Football (CAF) mengumumkan akan memajukan turnamen itu menjadi musim dingin 2021, yaitu pada 9 Januari hingga 6 Februari 2021. Alasannya, pada Juni dan Juli di Kamerun akan mengalami kondisi cuaca yang tidak memungkinkan untuk menggelar sebuah turnamen sepak bola.

Ya sudah, berarti sekali lagi para manajer harus rela melepas pemainnya pada musim dingin untuk membela negara masing-masing di AFCON. Eh, pada 30 Juni 2020, sekali lagi CAF memindahkan waktu turnamen, kali ini menjadi Januari 2022, tanggalnya sama persis dengan rencana gelaran pada 2021, 9 Januari hingga 6 Februari. Alasan kali ini adalah meledaknya pandemi Covid-19 di seluruh benua.

Meski digelar pada 2022, nama turnamen tetaplah AFCON 2021, agar tetap sesuai dengan kepentingan sponsor.

Sekarang, menjelang bergulirnya turnamen, para manajer klub Eropa sempat tidak mau melepas pemainnya. Covid-19 dengan varian barunya, Omicron, sedang hangat-hangatnya, atau malah panas-panasnya. Kasus bertebaran di mana-mana.

Akan tetapi, panitia AFCON 2021 tetap berkeras untuk menggelar turnamen itu. Malah, klub-klub sudah harus melepas pemainnya 13 hari sebelum turnamen dimulai, yaitu pada 27 Desember 2021, sesuai dengan aturan FIFA.

Menurut The Guardian, pertengahan Desember 2021, The European Club Associaton mengirim surat ke wakil sekjen FIFA, Mattias Grafstroem. Isinya tentang “tiga prinsip mendasar yang sangat diperhatikan oleh klub-klub ketika melepaskan pemainnya ke tim nasional”.

Tiga prinsip itu adalah setiap pemain wajib dilindungi keselamatannya, klub-klub tidak bisa dipaksa untuk tidak diperkuat oleh pemainnya di laga-laga level klub, dan semua pemain harus kembali ke klub segera setelah turnamen kelar.

Surat itu juga menyebutkan bahwa ketiga prinsip itu bisa tak dipenuhi dengan adanya turnamen pada Januari, di pertengahan musim, dan klub-klub harus melepas pemainnya selama lebih dari satu bulan. Plus ada Omicron yang tengah merajalela.

Panitia juga ikut berkeras. “AFCON akan digelar pada 9 Januari 2022. Itu adalah Alpha. Dan juga Omega,” demikian surat dari mereka seperti yang diterima oleh The Guardian. Artinya, the show must go on. AFCON 2021 harus digelar.

Klub-klub yang paling lantang bersuara adalah mereka yang tergabung dengan Premier League. Seperti biasa. Dulu-dulu, seingat saya, Arsene Wenger, manajer Arsenal, adalah yang paling vokal soal Piala Afrika yang digelar di pertengahan musim.

Kini, yang paling sibuk adalah Juergen Klopp, manajer Liverpool. Untuk AFCON edisi ini, ada tiga pemain penting Liverpool yang harus balik ke Afrika: Mohamed Salah, Naby Keita, Sadio Mane. Sebenarnya bisa empat orang, namun Joel Matip memutuskan untuk tidak kembali memperkuat tim nasional Kamerun.

“Saya senang dengan fakta bahwa liga kami memiliki banyak pemain Afrika. Namun, berubah ketika Piala Afrika tiba,” kata Klopp.

Meski demikian, Klopp yakin Liverpool bisa bertahan dengan tidak diperkuat selama satu bulan oleh Salah, Mane, dan Keita. Klopp juga harus ingat bahwa sebagian besar klub lain di Premier League juga harus ditinggalkan oleh para pemain Afrikanya.

Dari 20 klub Premier League musim ini, hanya empat klub yang tidak memiliki wakil di Piala Afrika: Leeds United, Newcastle United, Norwich City, dan Tottenham Hotspur.

Berikut adalah para pemain Premier League yang akan berlaga di AFCON 2021, yang berjumlah 39 orang, setelah striker Emmanuel Denis tidak dilepas oleh Watford.

Arsenal: Thomas Partey (Ghana), Mohamed Elneny (Mesir), Pierre-Emerick Aubameyang (Gabon), Nicolas Pepe (Pantai Gading)

Aston Villa: Mahmoud Trezeguet (Mesir), Bertrand Traore (Burkina Faso), Marvelous Nakamba (Zimbabwe)

Brentford: Julian Jeanvier (Guinea), Frank Onyeka (Nigeria), Tarique Fosu-Henry (Ghana)

Brighton: Yves Bissouma (Mali)

Burnley: Maxwel Cornet (Pantai Gading)

Chelsea: Edouard Mendy (Senegal), Hakim Ziyech (Maroko)

Crystal Palace: Cheikhou Kouyate (Senegal), Jeffrey Schlupp (Ghana), Jordan Ayew (Ghana), Wilfried Zaha (Pantai Gading)

Everton: Jean-Philippe Gbamin (Pantai Gading), Alex Iwobi (Nigeria)

Leeds United: –

Leicester City: Daniel Amartey (Ghana), Nampalys Mendy (Senegal), Wilfried Ndidi (Nigeria), Kelechi Iheanacho (Nigeria)

Liverpool: Mohamed Salah (Mesir), Naby Keita (Guinea), Sadio Mane (Senegal)

Manchester City: Riyad Mahrez (Aljazair)

Manchester United: Eric Bailly (Pantai Gading), Amad Diallo (Pantai Gading)

Newcastle: –

Norwich: –

Southampton: Moussa Djenepo (Mali), Mohammed Salisu (Ghana)

Tottenham: –

Watford: Peter Etebo (Nigeria), William Troost-Ekong (Nigeria), Adam Masina (Maroko), Ismaila Sarr (Senegal)

West Ham: Said Benrahma (Aljazair)

Wolverhampton: Willy Boly (Pantai Gading), Romain Saiss (Maroko)
(Sumber: BBC Online)

Satu tip dari saya. Untuk para pemain Fantasy Premier League yang memiliki Mohamed Salah di timnya, seperti saya, lepas saja gelandang Mesir itu. Jual dia. Sebagai gelandang termahal di Fantasy Premier League, uang penjualan Salah bisa untuk membeli Kevin De Bruyne atau Son Heung-min.

Nanti, ketika Salah sudah kembali ke klub dan Anda ingin memasukkannya lagi ke dalam tim, pakai fasilitas Wildcard, agar Anda punya cukup uang untuk mendatangkan kembali Salah.

Artikel ini telah tayang Kompasiana.com dengan judul “AFCON 2021, Turnamen Sepak Bola yang Diributi Para Manajer Klub Eropa”

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *